Jumat, 06 Februari 2009

Wisata Surabaya

Andai saja Pintu Pelayaran (Navigation Lock) yang ada di Rolak Gunungsari dihidupkan/difungsikan kembali, maka Kali Surabaya dapat dilayari perahu perahu kecil, mulai dari Mojokerto sampai ke muara Kali Mas di Ujung.
Dulu Belanda memang sudah menyiapkannya dengan baik, namun karena kekurang tahuan para perencana saat itu tentang manfaat pelayaran sungai maka dalam membangun.rehabilitasi rolak Gunungsari hanya hantam kromo saja.
Alangkah naifnya bangunan yang sebegitu pentingnya langsung saja ditutup.ditimbun untuk diatasnya dibuat jalan.
Pintu Pelayaran semacam ada di 4 lokasi, mulai dari Pintu Air Mlirip di Mojokerto, di Rolak Gunungsari, di Pintu Air Wonokromo dan di Rolak Gubeng.
Selain yang ada di rolak Gunungsari, ketiga Pintu Pelayaran yang lainnya masih ada baik, hanya tidak terpelihara dengan baik, namun rasanya siap difungsikan dengan memlengkapi dengan fasilitas yang seharusnya, misalmya daun pintu berikut mesin penggeraknya dan lain lain seperti besi penambat perahu.
Yang di rolak Gunungsari, masih bias juga untuk dihidupkan junbali meski perlu biaya yang tidak sedikit.
Nah, andai saja keempat pintu pelayaran tersebut dapat berfungsi dengan baik, maka wisata Sungai di Surabaya akan dapat lebih marak. Dengan tambahan atraksi melayari Kali Surabaya dari Mojokerto sampai dengan Ujung.
Fasilitas Pintu Pelayaran di Kali Surabaya ini memang satu satunya yang ada di Indonesia. Dinegeri Belanda memang ada banyak karena kanal kanal disana juga berfungsi sebagai prasarana transport seperti halnya jalan raya,
Dalam skala yang besar, yang ada pintu pelayaran semacam ini hantalah di Terusan Panama (menghubungkan Sanudera Atlantik dengan Samudera Pasifik) dan terusan Suez di Mesir (menghubungkan Laut Tengah dengan laut Merah)






























Pintu Pelayaran di Negeri Belanda



Terusan Panama